Dalam sebuah versi alternatif awal abad ke-20 di mana kemajuan teknologi berkembang melalui jalur berbeda yang didorong oleh tenaga uap, Kyoto senantiasa diselimuti asap.
Seorang anak laki-laki, yang pribadinya ditempa keras oleh kematian saudaranya, menjadi sosok yang penuh rasa curiga setelah impian bersama mereka akan "Zaman Listrik" kandas di tengah jalan. Sementara itu, seorang gadis yang sangat religius menyimpan rapat-rapat impian serta penyesalan terkait mendiang ibunya di lubuk hatinya yang terdalam. Saat jalan hidup keduanya bersinggungan, mereka mulai menelusuri rahasia "Katalog Listrik Abad ke-20"—sebuah jendela yang memperlihatkan sekilas masa depan yang mereka dambakan.
Bersama-sama, mereka harus menghadapi masa lalu masing-masing dan merintis jalan menuju masa depan yang pernah mereka yakini.