SMA Otonokizaka berdiri di perbatasan tiga kota dengan karakter yang bertolak belakang: Akihabara yang selalu ramai dan modern, Kanda yang menjunjung tradisi, serta Jinbo yang tenang dan dewasa. Di tengah benturan budaya itu, sekolah mereka justru terancam tutup karena jumlah pendaftar yang terus menurun.
Saat keputusan penutupan dalam tiga tahun mulai menghantui, sembilan siswi memilih mengambil langkah nekat namun penuh harapan: membentuk grup idola demi mengangkat kembali nama sekolah. Dengan mimpi menjadi sensasi baru dan menarik perhatian seluruh negeri, mereka bertaruh pada panggung, sorotan media, dan dukungan orang-orang di sekitar untuk membuktikan bahwa usaha kecil bisa membawa perubahan besar. Perjalanan yang membuat gugup sekaligus membakar semangat ini pun dimulai.