Memulai hidup di kota baru untuk masuk SMA jelas bikin gugup, apalagi bagi Cocoa yang bahkan kesulitan menemukan tempat tinggalnya saat baru tiba. Saat ia mampir ke sebuah kafe untuk bertanya arah, Cocoa baru sadar kalau ia sebenarnya sudah sampai di tujuan. Rabbit House bukan cuma kafe, tapi juga rumah indekos, dan di sanalah Cocoa mulai bekerja bersama Chino, cucu sang pemilik, serta Rize yang punya obsesi aneh pada dunia militer.
Hari-hari di Rabbit House ramai dan menyenangkan, apalagi ketika Cocoa cepat akrab dengan rekan kerja barunya dan para gadis dari dua kafe lain yang jadi “rival” di sekitar sana. Namun, di balik suasana hangatnya, Rabbit House menyimpan keanehan kecil yang sulit diabaikan, mulai dari kebiasaan Rize yang tidak biasa, misteri seputar kelinci peliharaan bernama Tippy, hingga momen-momen ketika beberapa gadis seolah bisa saling mengerti tanpa perlu berkata apa-apa.